Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

UII Lantik 11 Dokter Baru

Bernas – SLEMAN–Sebanyak 11 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran (FK) UII dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung Prof DR Dr M Sardjito Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang, Sabtu (4/4) ini. Dari 11 dokter baru tersebut, 7 orang merupakan angkatan 2001 dan 4 orang angkatan 2002.
Ke-11 dokter baru FK UII yang dilantik dan diambil sumpah tersebut dr Bey Dewi Sartika, dr Indriani Alfatiri, dr Nunung Widikristanti, dr Kholifah Sulistiyo Hanna, dr Roy Indro Laksono, dr Rina Robertha, dr Amelia Ristiani, dr Risyanto, dr Ieke Harsya Barliana, dr Lasiah Susanti dan dr Nuryasmi. Mereka akan dilantik Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc yang diwakili Wakil Rektor I UII Prof Dr Ir Sarwidi MSc disaksikan antara lain Ketua Pengurus Harian Badan Wakaf UII DR Ir Lutfi Hasan MS.

Menurut Dekan FK UII Prof Dr dr H Rusli Lamsudin SpS (K), MMedSc, dengan dilantiknya ke-11 dokter baru tersebut maka sejak didirikan 8 tahun lalu hingga sekarang, FK UII telah meluluskan 163 dokter. Mereka kini tersebar di seluruh pelosok Tanah Air untuk mengabdikan diri dalam bidang promosi, prevensi, pengobatan dan rehabilitasi kesehatan. Beberapa di antaranya melanjutkan pendidikan spesialis klinik, spesialis kesehatan masyarakat dan master dalam bidang manajemen rumah sakit serta ada yang berminat dalam master medical eduacation.
Prof Rusli Lamsudin mengatakan, dalam era globalisasi yang dimulai dari aspek ekonomi sebagai sebuah bahasa global masyarakat dunia, memunculkan sebuah revolusi dan perubahan yang begitu cepat. Dan arus globalisasi juga mulai menguasai aspek kehidupan masyarakat dunia, termasuk ilmu pengetahuan, kesehatan masyarakat, lingkungan, hukum, keamanan dan agama.
“Kedokteran juga menjadi salah satu aspek yang tidak lepas dari imbas kuatnya euforia dunia global yang mengharuskan kita menjawab pertanyaan besar tentang dokter seperti apakah yang dibutuhkan oleh masyarakat global. Apalagi sekarang dokter dan tenaga kesehatan lainnya adalah bagian dari masyarakat,” kata Prof Rusdi Lamsudin.
Dikatakan, meningkatnya kesehatan masyarakat merupakan tujuan utama dari pendidikan kedokteran. Hal ini merupakan misi dari World Federation for Medical Education (WFME) 2003. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya harus punya standar kompetensi yang digunakan oleh masyarakat dunia (standar global).
Dan saat ini, FK UII bekerja keras untuk mencapai standar global pendidikan dokter. Dengan demikian, dokter yang dihasilkan nantinya mampu bersaing di era global, penguasaan skills yang spesifik dan memenuhi standar kompetensi pelayanan yang mengacu pada standar pelayanan yang digunakan oleh semua negara. (phj)

Related posts:

  1. Sleman Kekurangan 33 Dokter BERNAS – SLEMAN– Hingga tahun 2010 mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes)...
  2. Dokter RS Sardjito Patenkan Pompa Hidrosefalus SETELAH tiga tahun menunggu, akhirnya Dr dr P Sudiharto SpBS...
  3. Satu Suro Natal dan Tahun Baru Bikin Harga Naik Harga Barang Merangkak Naik GUNUNGKIDUL – Harga kebutuhan pokok di...
  4. Di Yogya, Baru 30 Persen Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Seksi Pendidikan Salafiah Kantor Wilayah Departemen...
  5. Kerja Bakti, Sambut Perpustakaan Baru GUNUNGKIDUL – Beberapa karyawan Jogja Plaza Hotel (JPH) kemarin (18/7)...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

1,413 Kali di baca