Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

Putri Kung Ming Hibur Warga Jogja

DANUREJAN: Semarak Pekan Budaya Tionghoa yang digelar di Ketandan, berlangsung meriah. Sabtu (7/2) kemarin, panitia penyelenggara menggelar karnaval budaya dengan tema Ragam Budaya Rakyat. Karnaval dimulai pukul 14.00 WIB, dengan mengambil start di Taman Parkir Abu Bakar Ali dan berakhir di Ketandan. Dalam karnaval, tampil berbagai atraksi seni seperti arak-arakan sepeda tinggi, becak hias, sepeda onthel, tarian, putri Kung Ming, bregada prajurit prasembojo, barongsay dan berbagai kesenian khas Tionghoa.

Warga Jogja dari berbagai etnis juga nampak antusias menyaksikan secara langsung karnaval budaya yang digelar. Ribuan warga memadati Jalan Malioboro, untuk menyaksikan dari dekat berbagai atraksi seni yang ditampilkan dalam karnaval.

“Untuk tahun ini kami mengambil tema mencintai lingkungan. Kami mendukung apapun kegiatan mencintai lingkungan dan beberapa budaya yang bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat Jogja,” terang Fu Siang salah satu koordinator acara karnaval.

Menurut Fu Siang, Pekan Budaya Tionghoa terbuka bagi semua kalangan. Menurutnya, acara akan berlangsung hingga Senin (9/1). beberapa acara yang akan digelar di antaranya pertunjukan wayang Po Tay Hee, bazar, lomba karoke lagu Mandarin, demo pernapasan chi-kung, diskusi, serta beberapa acara menarik lainnya.

“Di arena Pekan Budaya Tionghoa yang digelar, Anda juga bisa melihat berbagai kegiatan budaya China seperti tarot, Fengshui, pengobatan alternatif,” imbuhnya lagi.

Dijelaskan Fu Siang, acara pekan Budaya Tionghoa yang digelar di Ketandan merupakan rangkaian perayaan Imlek atau Tahun Baru China 2560. Bagi masyarakat China, Imlek menggambarkan musim semi atau penanda dimulainya berbagai aktivitas untuk bekerja. Tepat dua miggu setelah Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya juga melakukan tradisi Cap Go Meh sebagai penutup beberapa rangkaian perayaan Imlek.(M4)

Related posts:

  1. Finalis Putri LBC Diseleksi Di Jogja HARIAN JOGJA – DEPOK: Sebanyak 112 peserta mengikuti ajang pemilihan...
  2. Warga Jogja Menggugat HARIAN JOGJA – JAKARTA: Ribuan warga Jogja yang tergabung dalam...
  3. Nyadran Agung, Warga Berebut Tumpeng HARIAN JOGJA – WATES: Tradisi Nyadaran Agung Kulonprogo kembali digelar....
  4. Lampion Naga PBTY Raih Rekor Muri YOGYAKARTA (SI) – Lampion naga yang meramaikan penutupan Pekan Budaya...
  5. Karnaval Gendruwo Awali Srawung Kampung RADAR JOGJA – Karnaval Gendruwo yang pernah hidup di Kotegede...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

154 Kali di baca