Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

Program konversi diwarnai pungli

HARIAN JOGJA – BAMBANGLIPURO : Pembagian kompor dan tabung gas program konversi minyak tanah di Kabupaten Bantul, diwarnai pungutan untuk warga yang berhak mendapatkan. Bantuan yang seharusnya gratis namun warga Dusun Gunungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro harus membayar Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk mendapatkan kompor dan perlengkapannya. Wibisono, warga RT 01 Dusun Gunungan, Desa Sumbermulyo, mengatakan, dirinya dimintai uang Rp10.000 oleh panitia pembagian kompor gas. “Kompor baru saya terima sekitar seminggu lalu,” ujar Wibisono, di rumahnya, kemarin.

Dia menambahkan, uang pungutan tersebut akan diberikan untuk warga yang tidak memperoleh kompor dan tabung gas bantuan. “Jumlah yang diberikan untuk yang tidak memperoleh kompor sekitar Rp60.000,” tandas Wibisono. Wibisono mengaku tidak mengetahui teknis pembagian uang, karena setelah penyerahan uang pungutan, tidak ada penjelasan lagi. “Saya sebetulnya tidak ada masalah dimintai uang, apalagi cuma Rp10.000 dan semua warga juga dimintai, tapi ini kan seharusnya gratis,” heran Wibisono.

Ketika disinggung mengenai kronologis pungutan, imbuhnya, cuma ada pengumuman dari RT akan ada pembagian kompor gas. Setelah itu, tiap warga dimintai uang Rp10.000 yang direncanakan untuk diberikan kepada warga yang tidak memperolehnya. “Sosialisasinya cuma seperti itu, pelaksanaannya belum diumumkan lagi,” terang Wibisono.

Hal serupa diungkapkan Sartini, warga RT 03 Dusun Jogodayoh, Desa Sumbermulyo, dirinya dimintai uang Rp5000. “Semua warga juga dimintai uang oleh panitia,” ungkap Sartini. Tukijem, warga RT 03 Dusun Jogodayoh, mengaku tidak diberi kompor gas karena KTP yang dimilikinya telah mati dan tidak diurus. “Ya saya kecewa, kenapa yang lain dapat kompor gas, saya tidak dapat, tapi mau bagaimana, syarat saya tidak komplet,” ujarnya dalam bahasa Jawa.
“Karena tidak memperoleh kompor, saya diberi uang Rp100.000, tapi tidak tahu dari mana asal uang ini,” heran Tukijem.

Dia mengatakan, selama ini dirinya memasak menggunakan kayu bakar dan membeli dengan harga Rp3.000 untuk satu ikatnya. Sementara itu, Anik Widayani, Kepala Desa Sumbermulyo, mengatakan proses konversi kompor gas tidak melalui pemerintah desa. “Konversi langsung dukuh atau RT,” ujar Anik di kantornya.

Lebih lanjut dikatakan, dia mengetahui adanya pungutan untuk warga yang tidak memperoleh kompor gas. “Uang itu diberikan untuk warga yang tidak memperoleh kompor, ini karena kompor tidak merata jumlahnya jika dibagikan ke semua KK,” ungkap Anik. Tapi, lanjut Anik, adanya uang pungutan tersebut dilakukan atas kesepakatan semua warga dan dibuktikan dengan berita acara.

Oleh Dian Ade Permana
Harian Jogja

Related posts:

  1. Pungli Layanan Satu Atap Masih Terjadi Pelaku Akan Dipindahtugaskan JOGJA – Usaha Wali Kota Herry Zudianto...
  2. Pelantikan DPRD Sleman Diwarnai Aksi Demo HARIAN JOGJA – SLEMAN: Setelah Gunungkidul, giliran anggota DPRD baru...
  3. Minyak Jarak, Alternatif Pengganti Minyak Tanah HARIAN JOGJA – Apa yang Anda bayangkan ketika minyak tanah...
  4. 100 Hari Pemerintahan SBY, Yogyakarta Akan Diwarnai Demo Besar-Besaran YOGYA (KRjogja.com) – 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...
  5. Merti Bumi Telan Rp15 juta HARIAN JOGJA – KALASAN: Meski menelan dana yang tak sedikit,...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

421 Kali di baca