Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

PEMBANGKIT LISTRIK JAMALI TERGANGGU ; Pemadaman di Jateng-DIY Diperluas

SEMARANG (KR) – Pemadaman listrik di Jateng dan DIY mulai Rabu (18/6) hari ini diperluas mulai pukul 08.00 hingga sore hari pukul 17.00. Pemadaman itu terkait masalah BBM yang menyebabkan pasokan listrik untuk Jateng-DIY mengalami defisit 159 Mega Watt (MW).
“Selain itu juga karena adanya gangguan dari pembangkit Jawa Madura dan Bali (Jamali),” ungkap Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jateng-DIY SN Adiwibowo kepada wartawan, Selasa (17/6).

Dijelaskan, dengan adanya pengurangan produksi listrik di beberapa pembangkit listrik mengakibatkan tenaga listrik di Jateng dan DIY mengalami defisit 159 MW. Pengurangan produksi listrik, juga dilakukan di wilayah lain, seperti Bali, Jatim, Jabar dan Jakarta. PLN Distribusi Bali 25 MW, Distribusi Jatim 208 MW, Distribusi Jabar R2 165 MW, R1 136 MW, Distribusi Jaya 145 MW. Dari jumlah tersebut defisit pembangkit Jamali mencapai 848 MW. Dengan adanya pengurangan itu, berdampak adanya pemadamam listrik.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Agung Wahono mengaku tidak habis mengerti dengan kebijakan PLN memperluas pemadaman listrik. Pemadaman yang sudah dimulai Senin (16/6) saja PLN dinilai tidak konsisten. Pasalnya jadwal pemadaman yang diberikan kepada industri kenyataannya di lapangan tidak sama.

“Jadwal pemadaman listrik masih kacau, sehingga membuat kerja industri ikut kacau dan ini berakibat kerugian makin besar di kalangan industri. Tidak hanya industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saja yang rugi tetapi juga industri lainnya,” ujar Agung.

Seharusnya, PLN dapat memberi prioritas pemadaman. Pemadaman industri dan rumah tangga seharusnya tidak sama. Kenyataannya yang terjadi, industri yang ada di kompleks perumahan, begitu listrik pelanggan rumah tangga padam, industri turut tidak teraliri listrik. Demikian pula soal kuota pemadaman yang diberlakukan,juga tidak konsisten. “Dengan adanya ketimpangan itu, industri yang tergabung dalam Apindo pekan depan rencananya kembali datangi PLN untuk minta penjelasan,” kata Agung.
(Cry/Fre)-z

Related posts:

  1. Pembayaran Listrik Prabayar Diklaim Untungkan Pelanggan KULONPROGO – Pembayaran listrik prabayar mulai disosialisasikan...
  2. TIKET TUJUAN JATENG DAN JATIM MASIH ADA ; Ketinggalan, Bisa Naik KA Berikutnya JAKARTA (KR) – Masyarakat yang ingin mudik dengan kereta...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

121 Kali di baca