« KEMBANGKAN CABE VARIETAS TURGO DAN MANDALA ; DIY Jadi Pusat Benih Hortikultura | Main | Harga Buah dan Ikan Laut ‘Meroket’ »
PASCA KENAIKAN ELPIJI 12 KG ; Permintaan Gas 3 Kilogram Naik
By admin | August 29, 2008 | 0 Kali di baca
BANTUL (KR) - Pasca kenaikan harga elpiji kapasitas 12 kg, permintaan gas elpiji ukuran 3 kg naik drastis, sedangkan permintaan kapasitas 12 kilogram mengalami penurunan. Sementara itu harga elpiji kapasitas 12 kilogram ditingkat depot, saat ini Rp 72 ribu, namun ditingkat konsumen mencapai Rp 75 ribu. Kenaikan harga elpiji tersebut juga berakibat pada banyaknya masyarakat yang ingin membeli tabung gas kapasitas 3 kg.
Di Depot Elpiji Bantul Jaya, permintaan gas kapasitas 3 kg diakui pemiliknya Nur Jayanti didampingi Heru, Kamis (28/8) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya penjualan elpiji ukuran 3 kg sekitar 150 tabung per hari, kini naik menjadi sekitar 150 tabung per hari. Bahkan banyak juga masyarakat yang ingin membeli tabung baru (bukan isi atau gas) sejak kenaikan harga elpiji kapasitas 3 kg. “Namun kami tak menjual tabung baru karena keterbatasan stok,” katanya.
Sedangkan penjualan gas ukuran 12 kg mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen, dari sekitar 150 tabung per hari. Hal itu menunjukkan bahwa kenaikan harga elpiji sangat mempengaruhi kebutuhan elpiji bagi masyarakat.
Sementara itu sejumlah pedagang mi ayam yang sejak beberapa bulan terakhir kesulitan mendapatkan minyak tanah, kini sudah beralih menggunakan elpiji dengan tabung kapasitas 3 kg. Seperti Kristanto, penjual mi ayam yang mangkal di Jalan Bantul, Cepit, sejak kemarin sudah menggunakan gas sebagai pengganti kompor minyak.
“Kebetulan kami memperoleh bantuan kompor dan gas dari perusahaan terigu yang menaungi kami. Sehingga kesulitan minyak tanah tak lagi menjadi problem kami,” katanya, kemarin.
Karena penggunaan gas baru sehari, maka Kristanto belum bisa menghitung perbandingan biaya yang harus dikeluarkan ketika menggunakan kompor minyak dengan gas. Namun diakui, menurut sejumlah rekan seprofesi, penggunaan gas elpiji lebih irit dibanding dengan minyak tanah.
Sedangkan salah seorang penjual pecel lele di Jalan Imogiro Barat, Wojo Bangunharjo Sewon, yang telah beralih dari minyak tanah ke gas sejak beberapa pekan lalu, mengakui bahwa penggunaan gas lebih irit dibanding minyak tanah. Hanya saja pembelian kompor khusus, regulator dan perlengkapan lain cukup mahal. (Can)-c
“Penggunaan gas memang lebih irit dibanding minyak tanah, sebab biasanya kami menghabiskan minyak tanah sekitar 5 liter setiap malam. Namun jika menggunakan gas satu tabung kapasitas 3 kg per malam masih ada sisa. Hanya saja pada awal pemakaian gas harus mengeluarkan biaya ekstra, terutama untuk peralatan kompor, regulator dan sebagainya,” katanya. (Can)-c
Related Posts:
Topics: Kedaulatan Rakyat, News |















