Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

Kopertis, Kebanjiran Aduan Penipuan

RADAR JOGJA – Penipuan melalui telepon masih marak tejadi di Jogja. Bahkan, akhir-akhir ini cenderung meningkat. Ini setelah kantor koordinasi perguruan tinggi swasta (Kopertis) wilayah V kebanjiran pengaduan dari dosen.
Para dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi (PT) di DIJ itu menanyakan soal rencana pembiayaan kepada para dosen dalam rangka seminar internasional di Padang 13-15 Juli mendatang.
”Mereka menanyakan apakah kopertis akan membiayai para dosen yang akan berangkat ke Padang,” ujar Koordinator Kopertis wilayah V Prof Dr Ir Budi Santosa Wignyosukarto Dip HE kemarin.
Diungkapkan Budi, para dosen mengaku mendapat telepon dari orang di lingkungan pendidikan tinggi (Dikti). Seperti dari direktur jenderal (dirjen) Dikti, koordinator kopertis, dan kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIJ. Kepada para dosen, penelpon menjanjikan akan mentransfer biaya transport dan akomodasi selama mengikuti seminar. ”Kata mereka biaya akan ditransfer melalui anjungan tunai mandiri (ATM),” jelas Budi.

Untuk keperluan itu, lanjut Budi, para dosen diminta membuka membuka tabungan di ATM mereka. Tapi yang terjadi selanjutnya, penipu menguras uang yang ada di rekening para dosen lewat ATM. ”Katanya, mereka seperti dihipnotis. Mereka mengikuti apa yang diperintahkan si penelpon,” tuturnya.
Bahkan, kata Budi, seorang dosen di sebuah PTS menderita kerugian cukup besar. Uang sejumlah Rp 20 juta raib dari tabungan usai menerima telepon tersebut. ”Si penelpon mengaku sebagai Dirjen Dikti. Ketika mengetahui itu, si dosen nggak menaruh curiga,” tuturnya.
Diungkapkan, sedikitnya sudah ada enam orang dosen mengaku tertipu. Para dosen ini sadar tertipu setelah mendapat penjelasan dari Kopertis tidak adanya program pembeayaan seminar internasional. ”Mereka baru sadar setelah kami berikan penjelasan,” tuturnya.
Budi mengungkapkan, pemberian bantuan atau biaya dinas oleh instansi pemerintah dilakukan dengan melalui prosedur administrasi yang benar. Selain menggunakan mekanisme surat menyurat, asal anggaran juga disebutkan.
”Penyaluran dana harus melalui prosedur yang benar. Misal harus diketahui instansi tempat penerima hibah, penerima harus tanda-tangan di dalam surat perjanjian hibah, atau menunjuk nomor rekening yang jelas untuk proses transfer dana hibah tersebut. Tidak dengan sistem main telepon seperti yang dimaksud,” akunya.
Untuk itu, Budi meminta kepada seluruh masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap penipuan dengan motif penipuan. Selain sudah sering dilakukan, modus yang dilakukan sering berbeda-beda. ”Saya sarankan ketika menerima telepon dari seseorang yang mengaku pejabat pemerintah dan akan memberikan bantuan finansial, dikonfirmasikan lebih dulu ke kantor tempat pejabat tersebut bertugas. Jangan terlalu lama berkomunikasi dengan penipu tersebut agar tidak terbius oleh kata-kata yang tidak logis,” pintanya. (sam)

Related posts:

  1. LOS: Waspadai Penipuan Jasa Penyalur Kerja HARIAN JOGJA – JETIS: Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY mengingatkan...
  2. Batik Mendunia, Pengrajin Kebanjiran Order BANTUL – Pasca pengakuan Unesco atas batik warisan budaya tak...
  3. UAJY Kebanjiran Taekwondoin HARIAN JOGJA – DEPOK: Ratusan atlet Taekwondo (taekwondoin) dari 33...
  4. RS Kebanjiran Pasien Anak HARIAN JOGJA: Sejumlah rumah sakit baik negeri maupun swasta di...
  5. Dua Calon Guru Besar di Yogyakarta Dicurigai Penjiplakan Makin Merebak YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Penjiplakan yang semestinya dihindari...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

139 Kali di baca