Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

Ketahanan pangan DIY aman

Harian Jogja – DANUREJAN: Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan ketahanan pangan di DIY terjamin. Bahkan provinsi ini selalu mengalami surplus dalam hal produksi pangan.
“Ketahaman pangan di DIY dijamin aman. Produksi semua jenis pangan relatif surplus semua,” ujarnya, di kompleks Kepatihan kemarin.

Sultan mengatakan produk pangan yang dihasilkan tidak terbatas pada beras saja. Namun juga hasil pertanian lain yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. “Produk lain seperti jagung, ketela dan lain-lain yang bisa dikonsumsi masyarakat,” jelas

Produksi bahan pangan terutama beras di DIY relatif surplus. Menurut Sultan, sebagian besar lahan pertanian di DIY menggunakan benih unggul. Dengan penggunaan benih tersebut, produksi yang dihasilkan di atas rata-rata produksi nasional.

Sultan mencontohkan, produk pangan di DIY yang dihasilkan Kabupaten Gunungkidul produksinya rata-rata sebesar 4,8 ton per hektare. Sedang, produksi nasional rata-rata masih 1,7 ton per hektare. “Produksi padi di DIY cukup tinggi,” ujar Sultan.

Produksi padi di DIY memang mengalami peningkatan. Berdasarkan angka ramalan III Dinas Pertanian DIY pada 2008 produksi mencapai 799.780 ton yang disebabkan oleh peningkatan luas panen dan produktivitas.

Masih berdasarkan data Dinas Pertanian DIY, produksi padi yang telah teralisasi pada Januari – Desember 2007 mencapai 709.294 ton.

Pada Januari – April 2007, produksi padi mencapai 351.656 ton dan mengalami kenaikan menjadi 460.774 ton pada periode yang sama pada 2008. Produksi padi pada periode Mei – Agustus sebanyak 250.472 ton pada 2007 dan 253.610 ton pada 2008.

Sedangkan pada September – Desember 2007, produksi padi adalah 107.166 ton. Diprediksi, produksi padi pada September – Desember 2008 akan berkisar 85.396 ton.

Di tanya soal musim hujan yang telah tiba, Sultan mengungkapkan para petani sudah paham terhadap apa yang harus ditanam. Para petani tentunya akan menanam padi. “Itu kan siklus,hujan tidak mungkin menanam cabe atau bawang merah,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu tentunya harga bawang merah akan mengalami kenaikan. Makanya, ketika terdapat panen bawang merah di Bantul Sultan mengimbau kepada para petani untuk tidak langsung menjual hasil pertaniannya. “Saya minta para petani untuk menyimpan sebagian hasil panen. Artinya tidak dijual semua tetapi menunggu musim hujan,” katanya.

Menurut Sultan, dengan menjual bawang merah di musim penghujan harganya cukup tinggi. Tentu saja, ini akan lebih menguntungkan para petani

PRODUKSI BERAS DI DIY
Perbandingan 2007-2008

2007 2008
Januari-April 351.656 460.774
Mei – Agustus 250.472 253.610
September – Desember 107.166 85.396 (diprediksi).

Oleh Andri Setyawan





Leave a Reply

244 Kali di baca

CO.CC:Free Domain