Home | Bursa Kerja | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Hotel | Belanja

Disclaimer
Informasi ini kami sampaikan hanya untuk mempermudah warga masyarakat khususnya warga masyarakat Jogjakarta untuk mengakses Informasi Mengenai sebagian berita-berita yang berkaitan dengan Kota Jogjakarta tercinta. Sumber berita dari harian surat kabar terkemuka baik offline maupun online dengan ditambah kontributor kami yang lain. Sumber kami cantumkan dengan jelas logo yang merupakan trade mark atau merk dagang dari masing-masing harian terkemuka nasional. Terimakasih.

Harga Gula Diprediksi Naik Hingga Maret

RADAR JOGJA – Harga gula di DIJ yang belakangan ini naik, diprediksi akan terus mengalami kenaikan harga hingga memasuki bulan Maret. Sebab, pada bulan itu sudah memasuki musim giling tebu, sehingga suplai gula pasir ke pasaran akan bertambah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Koesdarto Pramono.

Selama ini, selain dari DIJ sendiri, Jogja mendapat suplai gula dari daerah lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Lampung. Sebab, jika hanya mengandalkan dari produksi gula di Madukismo saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula sebanyak delapan kilogram per orang per tahun. Akibat bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah di provinsi-provinsi tersebut, suplai gula di Jogja sempat terhambat. Sehingga persediaan gula yang ada di pasaran menurun, dan terjadilah kenaikan harga dari yang semula berkisar Rp 6 ribu per kilogram, kini telah menembus angka Rp 7 ribu per kilonya.

Koesdarto menambahkan, selain diakibatkan oleh menurunnya suplai beras ke Jogja, juga dikarenakan oleh meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat dalam perayaan Imlek. “Tapi masyarakat tak perlu khawatir karena stok gula untuk DIJ masih aman hingga April,” tutur Koesdarto kepada wartawan saat ditemui di kantornya, kemarin.

Meski begitu, Koesdarto mengatakan dalam beberapa hari ke depan ini distribusi gula harus diawasi dengan ketat supaya suplai gula ke pasar tidak ada yang terlambat. Untuk mengatasi kelangkaan gula di pasaran, Disperindagkop sudah melakukan kerjasama dengan Bulog sebagai upaya menghindari penurunan suplai yang terlalu tajam. “Mudah-mudahan saja tidak ada spekulan,” imbuhnya.

Sementara itu, gula rafinasi (gula impor) yang khusus diperuntukkan bagi kalangan industri juga mengalami kenaikan. Gula yang warnanya jauh lebih putih dari gula lokal ini kini harganya telah menembus angka Rp 6.935,-. Meski begitu, pasokan untuk gula rafinasi juga dinyatakan aman, meski beberapa jalur suplai untuk gula ini juga mengalami banjir.

Agar distribusi gula rafinasi dan gula lokal tepat sasaran, Disperindagkop juga terus melakukan pengawasan ketat agar pendistribusian tidak menyimpang. Jumlah distributor gula rafinasi di DIJ pun hanya dibatasi sebanyak tiga distributor, yakni Arista, Takari, dan Agung Mulia. Dalam menjalankan perannya, ketiga distributor ini harus selalu melaporkan pembukuan dan administrasi penjualan lengkap kepada Disperindagkop.

Koesdarto mengakui, dalam pengawasan gula rafinasi di pasaran saat ini sedikit menemui kesulitan. Sebab, saat ini banyak beredar gula lokal yang secara fisik sangat mirip dengan gula rafinasi, yakni warnanya sangat putih dan struturnya berbentuk balok. (nis)

Related posts:

  1. GULA PASIR SEHARI BERUBAH 2 KALI; Harga-harga Kebutuhan Pokok Terus Naik YOGYA (KR) – Harga gula pasir di pasaran terus berubah-ubah....
  2. Awal Puasa, Harga Diprediksi Naik Dinas Intensifkan Pantauan Harga GUNUNGKIDUL – Harga kebutuhan pokok diprediksi...
  3. Harga Gula Naik, Petani Tebu Ingin Ikut Nikmati BANTUL (KR) – Memasuki bulan Ramadan harga gula pasir dan...
  4. Gula Pasir Produk Lokal Mulai Langka Distributor Mulai Jual Gula Rafinasi RADAR JOGJA – Setelah harga...
  5. Satu Suro Natal dan Tahun Baru Bikin Harga Naik Harga Barang Merangkak Naik GUNUNGKIDUL – Harga kebutuhan pokok di...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Leave a Reply

674 Kali di baca