Archive for the 'Radar Jogja' Category
Saturday, March 13th, 2010
GUNUNGKIDUL – Proyek Bribin II, yang menaikkan air dari sungai bawah tanah akan dilanjutkan kembali. Kali ini air akan dinaikkan dari Gua Seropan di Desa Semuluh, Kecamatan Semanu. Untuk menggerakkan turbin, pipa kayu akan menampung air. Selanjutnya turbin itu akan menaikkan air tanpa tenaga listrik. Jika air sungai di dalam Gua Seropan bisa diangkat, maka akan menghasilkan 100 liter per detik.
Proyek Bribin II Goa Seropan telah melayani kebutuhan air bersih bagi 67.000 jiwa atau sekitar 70 persen dari 117.000 jiwa. Proyek itu mampu menghasilkan air sekitar 80 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Gunungkidul Utara, di antaranya Kecamatan Ponjong dan Semin. Proyek ini dirancang agak berbeda dengan Bribin I di Dusun Sindon, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Dalam proyek Bribin II, air sungai bawah tanah dibendung, dan kemudian disalurkan melalui pipa-pipa dari kayu
Read the rest of this entry »
Posted in Jawa Pos, News, Radar Jogja | No Comments »
Friday, March 12th, 2010
RADAR JOGJA – Maraknya perjudian di Jogja sudah berlalu sejak beberapa tahun lalu. Namun siapa sangka kalau di Jalan Malioboro, tepatnya disebelah selatan Gedung DPRD DIJ terdapat casino. Selasa kemarin, casino tersebut digerebeg polisi dan enam penjudinya diamankan.
Seperti halnya tempat perjudian yang dulu sempat marak di Jogja, rumah judi yang digerebeg Polsek Danurejan Selasa siang lalu keberadaanya tidak pernah diduga. Rumah judi ini menempati sebuah gedung di sebelah selatan Gedung DPRD DIJ yang dulu digunakan untuk dealer sepedamotor dan lantai duanya digunakan untuk café.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Wednesday, March 10th, 2010
SLEMAN- Ribuan guru tidak tetap (GTT) di DIJ, khususnya di Sleman, resah. Keresahan mereka dipicu adanya informasi seputar revisi peraturan gubernur (pergub) tentang pemberian tunjangan insentif bagi GTT.
Dalam revisi disebutkan, besaran insentif masing-masing GTT akan disesuaikan dengan jumlah murid yang diampu di sekolah. Padahal tunjangan insentif GTT saat ini relatif kecil. Bahkan di bawah UMR. Yakni hanya Rp 400 ribu. Rinciannya Rp 200 ribu dari pemerintah pusat, Rp 100 ribu dari Pemprov DIJ dan Pemkab Sleman.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Tuesday, March 9th, 2010
RADAR JOGJA – Seratus tahun Hari Wanita Internasional yang jatuh setiap 8 Maret dirayakan sejumlah organisasi aktivis perempuan dengan menggelar aksi di titik nol kilometer kemarin (8/3). Aksi ini digelar oleh Jaringan Nasional Perempuan Mahardika (JNPM) dan Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia, dengan menggandeng berbagai macam elemen lainnya.
Aksi ini dimulai dari Jl. Abu Bakar Ali, kemudian berorasi di perempatan Kantor Pos Besar Jogja, dan berakhir di gedung DPRD DIJ. Seratus tahun Hari Wanita Internasional dinilai mereka tidak membawa perubahan berarti dalam kehidupan perempuan.
Humas Perempuan Mahardika, Linda Sudiono, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 100 tahun perbaikan kondisi perempuan belum begitu berarti. Perbaikan itu hanya ada di wilayah-wilayah tertentu saja.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Sunday, March 7th, 2010
RADAR JOGJA – Buntut kericuhan aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Makasar beberapa hari lalu juga berimbas di Jogja. Kemarin (6/3), HMI Jogja melakukan aksi solidaritas dari perusakan markas HMI di Makasar yang ditengarai diikuti oleh oknum kepolisian di sana. Dalam melakukan aksinya di Jogja pun, kericuhan hampir terjadi saat massa HMI menyambangi kantor DPRD DIJ di Jalan Malioboro.
Kericuhan dipicu saat massa HMI yang jumlahnya puluhan itu berusaha menurunkan bendera merah putih yang berkibar di halaman gedung DPRD DIJ. Saat beberapa dari mereka berusaha mencopot tali tiang bendera, petugas keamanan langsung mencegahnya. Karena merasa dihalang-halangi, massa HMI justru semakin memaksa untuk bisa melepaskan tali bendera, yang akhirnya memicu keributan diantara massa dan petugas. Aksi saling dorong pun tak dapat dihindarkan.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Saturday, March 6th, 2010
RADAR JOGJA- Sebagai sesama perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), universitas ahmad dahlan (UAD) dan universitas Muhammadiyah malang (UMM) sepakat memperkuat kerjasama. Hal ini dilakukan agar PTM di berbagai daerah di Indonesia mengalami kemajuan yang sama.
Dalam studi banding ke kampus UMM, Senin (1/3), rombongan UAD yang dipimpin Kepala biro akademik dan admisi (BAA)UAD Drs. Dedi Pramono mengemukakan pentingnya kerjasama antara PTM di Indonesia.
Dedi berkata UMM sebagai salah satu PTM terbesar yang ada harus bisa menjadi rujukan dan rekan kerja bagi PTM yang lain. “Salah satu alasan kami studi banding ke sini adalah untuk mengetahui berbagai perkembangan yang sudah dicapai UMM. Sebagai PTM yang lebih muda usianya, dan belum sebesar UMM, kami menyadari masih perlu belajar banyak hal,” ujarnya yang pagi itu ditemui Pembantu Rektor II UMM Mursidi.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Friday, March 5th, 2010
Dokter Forensik Menduga Korban Keracunan
RADAR JOGJA- Target polisi untuk melakukan outopsi terhadap tiga korban Lapen Maut akhirnya tuntas. Pagi kemarin, makam Ovi Sina, 39 di komplek makam KH Ahmad Dahlan Karangkajen Mergangsan berhasil dibongkar dan kemudian dilakukan outopsi ditempat.
Outopsi terhadap mayat Ovi Sina diperlukan polisi untuk melengkapi berkas perkara dari tersangka Agung Budiantoro, warga Brontokusuman Mergangsan. Dengan demikian dari tiga tersangka yang memiliki kaitan langsung dengan kematian para korban, berkas perkaranya bisa dilengkapi dengan hasil outopsi.
“Dalam kasus Lapen ini kami sudah menetapkan lima tersangka. Tiga diantaranya kuat diduga memiliki kaitan langsung dengan kematian para korban. Dengan outopsi terhadap korban Ovi Sina, berarti dari tiga tersangka tersebut bisa kami lengkapi dengan hasil outopsi tentang penyebab kematian korban,” kata Waksatreskrim Poltabes Jogja AKP Sudarsono.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Thursday, March 4th, 2010
RADAR JOGJA – Hati-hati jika hendak menggunakan obat tetes mata yang dijual di apotik, terutama obat tetes mata yang mengandung steroid. Pasalnya, obat ini biasanya hanya diberikan pada penderita alergi dan penggunaannya hanya boleh diresepkan oleh dokter. Obat ini bisa menaikkan tekanan bola mata, dan jika diberikan sembarangan tanpa resep dokter, pengguna akan menderita glaukoma, yang pada akhirnya akan mengalami kebutaan.
Sepanjang tahun 2009, dokter spesialis mata RSUP Dr Sardjito dr Tatang Talka Gani, SpM menemukan 15 pasien usia produktif menderita glaukoma. Padahal, glaukoma biasanya menyerang seseorang yang usianya diatas 40 tahun. Seluruh pasien usia produktif tersebut menderita glaukoma akibat menggunakan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa resep dokter.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Wednesday, March 3rd, 2010
Pasar Sentolo yang Paling Mendesak
KULONPROGO – Keberadaan pasar-pasar tradisional di Kulonprogo perlu dibenahi. Pasalnya, sejumlah pasar yang ada saat ini kondisinya cenderung kumuh dan kurang tertata. Salah satu yang mendesak dibenahi, adalah pasar tradisional Sentolo. Di sana perlu adanya pembangunan ulang kios dan los. Apa lagi Sentolo diproyeksikan sebagai kawasan industri.
Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo mengatakan, pasar-pasar tradisional harus bisa bertahan di tengah gempuran syawalan dan supermarket. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional adalah adanya perbaikan dan perluasan pasar tradisional.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »
Tuesday, March 2nd, 2010
GUNUNGKIDUL – Perajin topeng kayu di wilayah Patuk Gunungkidul khawatir gelaran Pilkada nanti akan mengurangi omzet penjualan produk mereka. Ini berkaca pada pemilu legislatif dan pilpres lalu dimana omzet menurun hingga 20 persen. Biasanya, pembeli di pasar internasional mengurangi atau membatalkan pemesanan produk kerajinan karena khawatir terhadap tidak stabilnya kondisi politik selama berlangsungnya proses pemilu.
Pada setahun yang lalu pada saat pemilu legislatif, menurut salah satu perajin topeng kayu menurut Masupri (26), terjadi sejak satu bulan sebelum hari pemungutan suara. Namun ia percaya atmosfer pilkada dengan pemilu legislatif dan pilpres sangat berbeda. “Kalau pilkada skalanya daerah. Semoga saja kondisi pada pileg dan pilpres lalu tidak terulang pada pilkada nanti,” ujarnya.
Read the rest of this entry »
Posted in News, Radar Jogja | No Comments »